SARA
NAMA : KRESNA
ADHI PRAWIRA
KELAS : 1IC
02
NPM : 25414909
Sara
(Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) adalah berbagai pandangan dan tindakan
yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan, agama,
kebangsaan atau kesukuan, dan golongan. Setiap tindakan yang melibatkan
kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan
golongan dapat dikatakan sebagai tindakan sara. Tindakan ini mengibiri dan
melecehkan kemerdekaan dan segala hak-hak dasar yang melekat pada manusia.
1. Kategori Sara
Individual
Merupakan
tindakan sara yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Termasuk di dalam
kategori ini adalah tindakan maupun pernyataan yang bersifat menyerang,
mengintimidasi, melecehkan dan menghina identitas diri ataupun golongan.
Institusional
Merupakan
tindakan sara yang dilakukan oleh suatu institusi, termasuk Negara, baik secara
langsung maupun tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja telah membuat
diskriminatif dalam struktur organisasi maupun kebijakannya.
Kultural
Merupakan
penyebaran mitos, tradisi dan ide-ide diskriminatif melalui struktur budaya
masyarakat.
2. Suku
Suku adalah
suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya
dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas
suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut
seperti kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku, dan ciri-ciri biologis.
3. Agama
Agama adalah
sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan
dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak
agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk
menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam
semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang
memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut
beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.
Banyak
agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi tentang
apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab
suci. Praktek agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau
pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi,
jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari,
masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin
mengandung mitologi.
Agama
di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini
dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha
Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik,
ekonomi dan budaya. Menurut hasil sensus tahun 2010, 87,18% dari 237.641.326
penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 6,96% Protestan, 2,9% Katolik, 1,69%
Hindu, 0,72% Buddha, 0,05% Kong Hu Cu, 0,13% agama lainnya, dan 0,38% tidak
terjawab atau tidak ditanyakan.
4. Ras
Ras (dari
bahasa Prancis: race, yang sendirinya dari bahasa Latin: radix,
"akar") adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk
mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui
ciri fenotipe, asal usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang
terwarisi. Di awal abad ke-20 istilah ini sering digunakan dalam arti biologis
untuk menunjuk populasi manusia yang beraneka ragam dari segi genetik dengan anggota
yang memiliki fenotipe (tampang luar) yang sama.
Faktor
Penyebab Terjadinya Konflik
1. Perbedaan
individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
2. Setiap
manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan
perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya.
3. Perbedaan
latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
4. Seseorang
sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian
kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan
menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
5. Perbedaan
kepentingan antara individu atau kelompok.
6. Manusia
memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda.
Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok
memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
7. Perubahan-perubahan
nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Macam-Macam Konflik Pada Kasus SARA
Macam-Macam Konflik Pada Kasus SARA
1. Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role)).
2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank)
3. Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa)
4. Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara).
5. Konflik antar atau tidak antar agama Konflik antar politik.
Contoh
Konflik Rasisme
Salah satu contoh konflik sosial adalah rasisme. Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.
Beberapa
orang menggunakan istilah rasisme untuk merujuk pada preferensi terhadap
kelompok etnis tertentu sendiri (etnosentrisme), ketakutan terhadap orang asing
(xenofobia), penolakan terhadap hubungan antar ras (miscegenation), dan
generalisasi terhadap suatu kelompok orang tertentu (stereotipe).
Salah satu
contoh paling nyata dari tindakan rasis adalah politik apartheid di Afrika
Selatan, yaitu kebijakan yang menyangkut pelayanan penduduk dengan mengutamakan
golongan kulit putih dan menindas golongan kulit hitam. Meski kebijakan
politik apartheid tersebut telah musnah di Afrika Selatan beberapa tahun lalu.
Cara
Penyelesaian Konflik
1. Kompetisi
Penyelesaian
konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain.
Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2. Akomodasi
Penyelesaian
konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan
keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan
tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3. Sharing
Suatu
pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok
damai. Satu pihak memberi dan yang lkain menerima sesuatu. Kedua kelompok
berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4. Kolaborasi
Bentuk
usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah
pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan
integrasi dari kedua pihak.
5. Penghindaran
Menyangkut
ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan
kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar