Teknik Perawatan Mesin

Nama : Kresna Adhi Prawira
Kelas : 3IC01
NPM : 25414909



Teknik Perawatan Mesin

1.1.                  Definisi Teknik Perawatan Mesin
Teknik Perawatan Mesin Industri adalah sesuatu system kegiatan untuk menjaga, memelihara, mempertahankan, mengembangkan dan memaksimalkan daya guna dari segala sarana yang ada di dalam suatu bengkel atau industri sehingga modal/investasi yang ditanam dapat berhasil guna dan berdaya guna tinggi secara ekonomis.

1.1.1.      Tujuan
Perawatan bertujuan untuk memelihara alat-alat, kelancaran pemakaian alat-alat produksi/mesin perkakas dan perlengkapannya, keamanan instalasi, efisiensi dari beberapa unit produksi, memperpanjang umur teknis mesin – gedung, alat-alat lain, untuk menciptakan kondisi kerja sebaik-baiknya, sekaligus mempertahankan kondisi sarana dalam perawatan berupa; alat-alat, mesin dan perlengkapan agar pelaksanaan kegiatan produksi dan keamanannya, perlidungan dari bagian-bagian yang berbahaya dapat dijamin lancer dan baik.

1.2.                 Perawatan Mesin Produksi
1.        Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)
Adalah pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan (preventif).
Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi, perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan. 

2.      Perawatan Korektif
Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima.
Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan-peningkatan sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi lebih baik.

3.      Perawatan Berjalan
Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.

4.      Perawatan Prediktif
Perawatan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Biasanya perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.

5.      Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance)
Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan, dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan tenaga kerjanya.

6.      Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)
Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.

1.2.1.           Peranan Perawatan Mesin Produksi

Di Industri dikenal suatu sistem yang memproses dan mengolah bahan baku (Input) menjadi bahan jadi (Output) secara terus-menerus dan berkesinambungan, Sistem tersebut biasa dikenal dengan istilah Proses Produksi. Suatu produk atau hasil produksi diharapkan dapat memenuhi standar kualitas yang baik dengan biaya produksi relatif murah dan dapat menjangkau konsumen dalam waktu yang cepat. Agar hal tersebut dapat terwujud maka proses produksi harus didukung oleh peralatan-peralatan yang siap bekerja setiap saat dan memiliki kehandalan. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan tersebut harus terjaga dan terpelihara, maka dari itu harus dilakukan upaya-upaya perawatan secara teratur dan terencana.

Berdasarkan uraian singkat diatas menunjukkan bahwa :
1.        Perawatan memiliki hubungan erat dengan proses produksi.
2.        Perawatan sebagai pendukung dalam proses produksi.
3.        Perawatan menjaga efisiensi dan efektifitas peralatan produksi.
4.        Dengan Perawatan, terjaganya kualitas produksi dengan biaya murah dan menjangkau konsumen dengan cepat.

1.2.2.      Bagan Perawatan Mesin



1.2.3.      Siapa Saja Yang Bertanggung Jawab ?
Berbagai macam pihak bertanggung jawab atas perawatan Mesin produksi diantaranya adalah :
1.      Maintenance
2.      Para Tenaga Kerja
Untuk senantiasa menjaga perawatan mesin dari mulai pencegahan sampai dengan penanganannya.

1.3.                 Departemen Organisasi Perawatan Mesin Produksi
Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan departemen perawatan adalah: 
a.       Jenis Pekerjaan 
Jenis pekerjaan perawatan akan menentukan karakteristik pengerjaan dan jenis pengawasan. Jenis-jenis pekerjaan perawatan yang biasanya dilakukan adalah : sipil, permesinan, pemipaan, listrik dan sebagainya. 
b.      Kesinambungan Pekerjaan 
Jenis pengaturan pekerjaan yang dilakukan di suatu perusahaan/industri akan mempengaruhi jumlah tenaga perawatan dan susnan organisasi perusahaan. Sebagi contoh, untuk pabrik yang melakukan aktifitas pekerjaan lima hari kerja seminggu dengan satu shift, maka program perawatan preventif dapat dilakukantanpa menganggu kegiatan produksi dimana pekerjaan perawatan bisa dilakukan diluar jam produksi. Berbeda halnya dengan aktifitas pekerjaan produksi yang kontinyu ( 7 hari seminggu, 3 shift sehari) maka pekerjaan perawatan harus diatur ketika mesin sedang berhenti beroperasi. 
c.       Situasi Geografis
Lokasi pabrik yang terpusat akan mempunyai jenis program perawatan yang berbeda jika dibandingkan dengan lokasi pabrik yang terpisah-pisah. Sebuah pabrik besar dan bangunannya  tersebar akan lebih baik menerapkan program perawatan lokal masing-masing (desentralisasi), sedangkan pabrik kecil atau lokasi bangunannya berdekatan akan lebih baik menerapkan sistem perawatan terpusat (sentralisasi). 
d.      Ukuran Pabrik 
Pabrik yang besar akan membutuhkan tenaga perawatan yang besar dibandingkan dengan pabrik yang kecil, demikian pula halnya bagi tenaga pengawas.  
e.       Ruang lingkup bidang perawatan pabrik 
Ruang lingkup pekerjaan perawatan ditentukan menurut kebijaksanaan manajemen. Departemen perawatan yang dituntut melaksanakan fungsi primer dan sekunder akan membutuhkan upervisi tambahan, sedangkan departemen perawatan yang fungsinya tidak terlalu luas akan membutuhkan organisasi yang lebih sederhana. 
f.       Keterandalan tenaga kerja yang terlatih 
Dalam membuat program pelatihan, dipertimbangkan terhadap tuntutan keahlian dan keandalan pada masing-masing lokasi yang belum tentu sama.
  
              Konsep Dasar Organisasi Departemen Perawatan 
              Beberapa konsep dasar organisasi perawatan adalah : 
         1.  Adanya pembatasan wewenang yang jelas dan layak untukcmenghindari terjadinya tumpang                tindih dalam kekuasaan. 
          2. Hubungan vertikal antara atasan dan bawahan yangcmenyangkut masalah wewenang dan                     tanggung jawab dibuatcsedekat mungkin. 
          3. Menentukan jumlah optimum pekerja yang ditangani olehcseorang pengawas. 
          4. Susunan personil yang tepat dalam organisasi.
          5. Prinsip-prinsip Organisasi Departemen Perawatan 
          6. Perencanaan organisasi yang logis 

              Bertujuan untuk mencapai tujuan produksi :
a.      Ongkos perawatan untuk setiap unit produksi diusahakan
serendah mungkin
b.      Meminimumkan bahan sisa atau yang tidak standar
c.      Meminimumkan kerusakan peralatan yang kritis
d.      Menekan ongkos perawatan peralatan yang non-kritis serendah  mungkin
e.      Memisahkan fungsi administratuf dan penunjang teknik. 

                7. Fasilitas yang memadai:
a.      Kantor : lokasi yang cocok, ruangan dan kondisi ntempat kerja  yang baik.
b.      Bengkel : tempat pekerjaan, lokasi bangunan, ruangan dan  peralatan.
c.      Sarana komunikasi : telepon, pesuruh dll. 

               8. Supervisi yang efektif 
             Diperlukan dalam mengelola pekerjaan, dimana :
a.      Fungsi dan tanggung jawab jelas
b.      Waktu yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan
c.      Latihan khusus untuk memenuhi kecakapan
d.      Cara untuk menilai hasil kerja 

              9. Sistem dan kontrol yang efektif :
a.      Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan
b.      Kualitas hasil pekerjaan perawatan
c.      Ketelitian pekerjaan perawatan (tidak terjadi over maintenance)
d.      Penampilan kerja tenaga perawatan
e.      Biaya perawatan. 

1.3.1.           Jenis pekerjaan pemeliharaan (maintenance work types)

          Sebuah keefektikfan organisasi pemeliharaan harus di susun untuk menyediakan tingkat batas dari pemeliharaan yang berbeda dengan jenis pekerjaan. Minimal, organisasi pemeliharaan harus di wujudkan untuk menyediakan tindakan efektif, dukungan kualitas untuk 3 jenis atau klasifikasi pekerjaan utama, yaitu, pemeliharaan darurat (emergency maintenance), preventive maintenance, dan membangun kembali dan pemeriksaan berkala darurat (periodic rebuild and overhauls).

a.   Darurat (emergency), semua organisasi pemeliharaan harus memberikan respon yang tepat waktu kepada permintaan darurat bekerja tanpa dapat mempengaruhi kemampuan untuk secara efektif. Memanfaatkan tenaga kerja atau berdampak negative terhadap biaya perawatan total. Dalam kebanyakan kasus, ini membutuhkan struktur organisasi yang mendedikasikan sebagian kecil tenaga kerja,  serta  perencanaan  dan  dukungan  pengawasan  untuk  bekerja tanggap darurat
b.      Preventive Maintenance, pemeliharaan pencegahan merupakan syarat mutlak kehandalan asset dan manajemen asset yang efektif biaya siklus hidup. Sebuah organisasi perawatan yang efektif harus mendedikasikan sebagai tenaga kerja tersebut, serta merencanakan dan dukungan pengawasan untuk konsisten, tepat waktu pelaksanaan kegiatan pemeliharaan prefentif (preventive maintenance).
c.   Membangun kembali dan pemeriksaan berkala (periodic rebuild and overhauls), tanpa kecuali asset produksi membutuhkan overhauls berkala atau membangun kembali untuk menggantikan bagian di pakai, komponen hingga-hidup dan untuk menjamin bahwa tingkat keandalan di terima secara konsisten dipelihara. Karena kewajiban atau resiko, serta tingkat keahlian yang lebih tinggi terkait dengan membangun kembali atau overhauls aktiva modal, struktur organisasi harus memastikan bahwa kualitas terbaik dimanfaatkan untuk jenis pekerjaan.
  
1.3.2.           Struktur dalam departemen organisasi perawatan




Sumber :
1. Dari Buku Pedoman Perawatan Mesin Saat Saya Kerja Praktik di PT. KIA di Bogor
2. http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?u=blog-single&p=353&lang=en
3. https://saydasyarifa.wordpress.com/2013/01/06/pengorganisasian-departemen-perawatan/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asik dan Uniknya Kantor - Kantor Ini

Sejarah Pembentukan Bumi

Asal Usul Mobil Listrik