Perancangan dan Pengendalian Operasi
Perencenaan
dan pengendalian operasi
Informasi
Manajemen
1.
Proses
Kerja Pembuatan Keramik Dinding
Adapun proses
yang terjadi pada pembuatan keramik dinding di PT. KIA adalah sebagai berikut :
1.
Persiapan massa bodi
(Body Preparation)
2.
Penekanan (Pressing)
3.
Pembakaran pertama (Biscuit Kiln)
4.
Pengglasuran (Glazing)
5.
Pembakaran kedua (Glost Kiln)
6.
Pemeriksaan awal dan
pengepakan (Sortir dan Packing)
7.
Pemeriksaan akhir (Final Inspection by Quality Control)
1.1
Persiapan
Massa Bodi (Body Preparation)
Pada persiapan massa bodi, proses yang harus dilakukan
adalah sebagai berikut :
1.
Persiapan bahan baku
2.
Proses penimbangan
bahan baku
3.
Proses penggilingan
4.
Proses pengeringan /
pembentukan powder
1.2
Proses
Penekanan (Pressing)
Proses
penekanan atau lebih dikenal dengan press merupakan suatu teknik pembentukan
bahan keramik dengan cara pemberian tekanan. Dimana dalam proses tersebut
terjadi :
1. Pembentukan bodi
2. Pemadatan bodi
3. Perapatan bodi (mengurangi ruang kosong antar partikel)
Mesin press yang digunakan oleh PT. KIA Plant Cileungsi
adalah mesin pressing hidrolik, yaitu jenis PH 1400 dengan area press 4417
.
Prinsip yang digunakan dalam proses pressing ini adalah
dry pressing dengan menggunakan tekanan tinggi. Mesin ini menggunakan minyak
(oli) yang berfungsi untuk menggerakan piston. Pada awalnya mesin PH 1400
mempunyai tekanan 100 bar setelah diteruskan ke piston multiplayer unit,
tekanan bisa mencapai 317 bar.
1.3
Proses
Pembakaran Pertama (Biscuit Kiln)
Sistem pembakaran yang digunakan oleh PT. KIA Plant
Cileungsi untuk ubin dinding (wall tile) adalah double firing yaitu pembakaran
green tile menjadi biskuit dan pembakaran glasur. Bila ubin dinding dibakar
tiga kali maka pembakaran yang ketiga disebut decorative firing. Tetapi untuk
saat ini tiga kali pembakaran sudah tidak dilakukan lagi karea kebutuhan pasar
akan produknya tidak signifikan.
Biskuit kiln dilengkapi oleh :
· Smoke air fan, yang berfungsi :
a.
Penghisap udara panas
atau pembuang gas CO2
b.
Pembuang uap air
c.
Penguapan tegel
· Combustion air
fan, yang berfungsi sebagai pemberi O2 untuk keperluan
pembakaran.
· Speed cold air
fan, yang berfungsi memberikan udara untuk mendinginkan
material setelah pembakaran, diukur menggunakan servo dengan temperature
570-600
.
· Hot air fan, yang berfungsi sebagai penetralisir udara panas
didaerah cooling zone.
· Hot air fan rlw, yang berfungsi sebagai penetralisir udara panas di area
rapid cooling.
· Cold air fan, yang berfungsi sebagai pemberi udara untuk pendinginan
material sebelum keluar dari kiln.
Biskuit kiln ini terbagai atas beberapa zona, diantaranya
:
1. Drying Zone (110-250
2. Preheating Zone (500-950
3. Degasifikasi (880-1000
4. Zona Jembatan (bridge
zone)
5. Firing zone
6. Cooling zone
Proses pembakaran bodi keramik didalam roller kiln
berlangsung selama
Bahan bakar kiln
adalah gas alam yang berasal dari PN Gas Alam Cirebon, yang bertekanan 30-75
mbar. Jumlah gas yang masuk diatur oleh servomotor secara otomatis sesuai dengan
temperatur yang ingin dicapai. Produk akhir dari kil adalah biskuit. Biskuit
yang telah memenuhi standar dan tidak mengalami cacat akan disusun didalam
penampungan yang biasa disebut pagkoni, untuk diteruskan ke proses berikutnya
yaitu aplikasi glasur.
1.4
Persiapan Glasur (Glaze
Preparation)
Bagian ini adalah proses persiapan glasur sebelum
diaplikasikan pada biskuit. Glaze
Preparation membuat glasur, pasta, dan engobe. Untuk waktu penggilingan
bervariasi yaitu 45 menit untuk pasta, 10-12 jam untuk engobe, dan 10-12 jam
untuk glasur.
Proses
pengglasuran dibagi menjadi 2 tahap, yaitu :
·
Persiapan massa
glasur
·
Pengaplikasian glasur
1.
Persiapan Massa
Glasur
Glasur yang akan dilapisi pada permukaan bodi keramik
disiapkan melalui tahap berikut ini :
a.
Penimbangan Material
Glasur
Glasur
merupakan lapisan gelas tipis yang meleleh diatas permukaan bodi keramik.
Glasur digunakan sebagai pelapis keramik dalam jumlah yang relatif sedikit
namun sangat mempengaruhi penampakan tegel jadi. Proses penimbangan bahan-bahan
glasur harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan komposisi yang telah
ditentukan. Karena komposisi glasur yang berbeda akan mempengaruhi jenis tegel
yang dihasilkan. Disamping itu dikarenakan harga material glasur yang relatif
sangat mahal bila dibandingkan dengan material pembentuk keramik lain.
Kesalahan pada komposisi glasur mempengaruhi biaya produksi. Sebelum melakukan
penimbangan perlu kiranya untuk melakukan perhitungan jumlah masing-masing
material yang akan ditimbang, karena komposisi glasur yang diterima biasanya
dalam berat kering. Oleh karena itu kadar air dari tiap bahan perlu diperiksa
terlebih dahulu sebelum dilakukan penimbangan. Jumlah air yang ditambahkan
tergantung dari densitas hasil giling dan jenis glasur.
b.
Pencampuran dan
penggilingan material glasur
Bahan-bahan untuk penggilingan glasur yang telah
ditimbang, dicampurkan dan digiling ke dalam ball mill. Ball mill glasur yang
digunakan adalah :
Tabel 1.1 Jenis-jenis Ball Mill pada Glaze Preparation
|
Tipe ball mill
|
Kapasitas (Kg)
|
Waktu Penggilingan
|
|
|
SACMI
|
6000
|
10 - 12 JAM
|
|
|
ELSA
|
1500 – 2000
|
5 - 6 JAM
|
|
|
ANA
|
100 – 300
|
6 - 8 JAM
|
(Sumber : PT. KIA)
Keterangan : tipe ANA hanya dipakai untuk percobaan (pilot plant) dan tidak digunakan untuk
proses produksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya proses
penggilingan (milling time) adalah :
1. Kecepatan penggilingan, dimana kecepatan penggilingan
yang biasa digunakan adalah 17 rpm.
2. Jenis material yang digiling dan dimesinya
3. Jenis grinding media, yang biasa digunakan adalah batu
alubit
4. Komposisi batu alubit dalam ball mill
5. Kuantitas material yang digiling, pengisisan minimu
material yang akan digiling harus cukup untuk mengisi ruang kosong diantara
gundu alubit. Apabila pengisian material tidak mampu mengisi ruang kosong
tersebut bisa menyebabkan naisnya panas buangan dan kemungkinan lebih besar
hasil penggilingan tercemar leh grinding media. Urutan pemasukan material yang
akan digiling, dimana material yang mempunyai kekerasan tinggi dan ukuran yang
lebih besar dimasukkan lebih dahulu. Hal ini dimasudkan untuk menghindari
overmill dari material yang relatif lebih rendah kekerasan dan kehalusannya.
Disamping itu jika ada material yang memiliki sifat lengket lebih baik
dimasukkan menjelang akhir proses.
6. Dimensi ball mill
c.
Penyaringan glasur
Glasur yang telah digiling pada ball mill diperiksa
parameternya. Yang pertama kali diukur adalah tingkat kekerasan glasur,
kemudian diukur rheologinya. Apabila tidak sesuai dengan parameter yang
diinginkan, dapat dilakukan penambahan penggilingan. Dimana parameter yang
harus dipenuhi yaitu :
·
Densitas :
1780-1800 g/L
·
Viskositas : 30-40 second
·
Residu Saringan : 4-5%
Apabila glasur yang mengalami penggilingan dalam ball
mill telah memenuhi standar, maka glasur dalam ball mill siap untuk dibongkar.
Selanjutnya dialirkan ke tangki penampungan dengan selang. Apabila ingin
digunakan glasur mengalami proses penyaringan sebanyak dua kali. Penyaringan
pertama yaitu, menggunakan saringan magnet yang bertujuan untuk menghilangkan
kotoran yang mengandung partikel besi dan bahan logam lain yang terbawa pada
glasur.
Proses penyaringan yang kedua menggunakan saringan getar,
dimana untuk memisahkan kotoran selain besi dan logam yaitu serat kayu dan zat
organik yang berasal dari alam yang terkandung pada bahan-bahan pembentuk
glasur. Saringan getar ini berukuran 150 mesh. Setelah itu dicek lagi
rheologinya, apabila sudah sesuai dengan parameter standar maka dapat
dimasukkan ke tempat penampungan dan dapat langsung digunakan di line sehingga
produksi dapat berjalan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyaringan glasur
adalah :
1. Jenis dan ukuran kawat saringan
2. Kekuatan motor penggerak saringan
3. Jumlah glasur yang akan disaring
4. Kebersihan peralatan penyaringan
5. Rheologi glasur
Area glaze
preparation selain mempersiapkan massa glasur juga mempersiapkan engobe dan
pasta. Engobe adalah bahan yang melapisi permukaan tegel sebelum diberikan
glasur yang bertujuan untuk menstabilkan porositas glasur. Proses pembentukan
engobe sama dengan proses pembuatan glasur.
Campuran lain yang disiapkan pada glaze preparation adalah pasta. Pasta adalah suatu campuran yang
dilengkapi dengan zat warna yang biasa disebut stain. Pasta dibuat pada ball
mill kecil yaitu tipe Euro Mill yang mempunyai kapasitas 50-100kg. Stain pada
pasta berfungsi untuk memberikan warna pada keramik sehingga dapat menghasilkan
motif yang indah pada keramik. Pasta pada glazing line dilapiskan diatas
permukaan glasur dengan menggunakan alat printing atau yang biasa disebut
dengan rotocolor.
1.5
Pengaplikasian glasur (Glazing Line)
Glazing line merupakan area yang digunakan untuk
mengaplikasikan glasur terhadap permukaan bodi keramik. Sebelum dilapisi
glasur, tile terlebih dahulu dilapisi engobe. Alat yang digunakan untuk
melapisi engobe pada PT. KIA Cileungsi adalah kerablade. Kerablade adalah suatu alat yang dilengkapi dengan pompa
yang berfungsi untuk melewatkan engobe. Prinsip dari kerablade ini adalah berdasarkan kecepatan aliran, dimana aliran
dari storage tank engobe dihisap oleh pompa lalu dialirkan keatas piala, lalu
dialirkan ke kerablade dan kemudian
dialirkan kebawah melapisi permukaan bodi.
Setelah itu tile
yang sudah dilapisi engobe kemudian dilapisi oleh glasur, dengan memakai alat campana. Campana adalah suatu alat yang dilengkapi dengan piringan yang
berfungsi untuk melewatkan glasur. Prinsip dari campana ini adalah berdasarkan kecepatan aliran, dimana aliran dari
storage tank glasur dihisap oleh pompa lalu dialirkan ke atas piala, lalu dialirkan
ke campana dan kemudian dialirkan ke bawah melapisi permukaan bodi
Perencanaan
dan Pengendalian Persiapan
1.
Bahan
Mentah Keramik Plastis
Keplastisan
adalah suatu sifat bahan basah yang dapat diberi bentuk tanpa mengalami
retak-retak dan bentuk tersebut tetap dipertahankan setelah tenaga pembentuk
dilepaskan. Yang termasuk bahan mentah plastis yaitu adalah Clay , Kaolin dan Bentonite.
Bahan tersebut ini akan plastis bila basah dan akan sangat keras seperti batu
bila dipanaskan pada temperatur tinggi. Berikut yang termasuk bahan mentah
plastis:
a. Clay
Clay adalah tanah liat sebagai bahan pokok
untuk pembuatan keramik, salah satu bahan yang kegunaannya sangat menguntungkan
bagi manusia karena bahannya yang mudah didapat dan pemakaian hasilnya yang
sangat luas. Tanah liat termasuk hidrosilikat
alumunia dan dalam keadaan murni mempunyai rumus : Al2O3.2SiO2.2H2O dengan
perbandingan berat dari unsur-unsurnya : Oksida Silinium (SiO2) 47%, Oksida Aluminium (Al2O3) 39%,
dan Air (H2O) 14% .
b. Kaolin
Kaolin adalah suatu masa batuan yang
kemudian tersusun dari material lempung yang mempunyai kandungan besi yang
rendah dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan. Kaolin ini merupakan
tanah liat halus berwarna putih yang digali dari tanah. Senyawa penyusun kaolin
yaitu SiO2 (53%) , AlO3 (35%), dan Hp/Hilang pijar (12%).
c. Bentonite
Bentonite adalah batuan lempung yang
terdapat dipermukaan bumi dan di bawah tanah ( antara 0,5 M – 2,5 M) dan
biasanya didaerah perbukitan dan pegunungan. Mulai terjadinya endapan bentonite
karena pelapukan kondisi komposisi mineral dan tumbuh-tumbuhan yang berada
diatas batuan. Dan pembentukan bentonite hasil dari pelapukan akibat reaksi
kimia ion-ion Hidrogen (H+ ) dalam air tanah dengan senyawa silikat.
Ion tersebut berasal dari asam karbon akibat pembusukan zat-zat organik dalam
tanah.
2.
Bahan
Mentah Keramik Nonplastis
Bahan
mentah keramik nonplastis adalah bahan pengisi yang berfungsi sebagai bahan
pembentuk rangka atau kekuatan. Bahan ini bisa berupa feldspar, kwarsa , kapur
, dolomite.
a.
Feldspar
Feldspar
adalah suatu kelompok mineral batuan beku yang terutama terdiri dari senyawa
alumina silikat dari K, Na, dan Ca yang pada umumnya satu kation basa merupakan
kation utama. Feldspar fungsinya sebagai pemberi sifat fluk, menurunkan suhu
retrifikasi dalam formula keramik.
b.
Kwarsa
Kwarsa
adalah salah satu mineral yang umum ditemukan di kerak kontinen bumi. Mineral
ini memiliki struktur kristal heksagonal yang terbuat dari silika trigonal
terkristalisasi (SiO2), dengan skala kekerasan Mohs 7 dan densitas
2,65g/cm3 . Bentuk umum kwarsa adalah prisma segienam yang memiliki
ujung piramida segienam.
c. Kapur
Kapur adalah sebuah benda putih dan halus
dari batu sedimen , membentuk bebatuan yang terdiri dari mineral kalsium. Biasanya
kapur relatif terbentuk dilaut dalam dengan kondisi bebatuan yang mengandung
lempengan kalsium plates (coccoliths)
yang dibentuk oleh mikroorganisme coccolithophores
. Biasanya lazim juga ditemukan batu api dan chert yang terdapat dalam batu
kapur. Pada prinsip nya batu kapur ini mengandung setidaknya 50% berat kalsium
karbonat dalam bentuk mineral kalsit. Sisanya batu kapur dapat mengandung
beberapa mineral seperti kwarsa, feldspar, mineral lempung, pirit, siderit.
Biaya
Operasional
Perhitungan biaya operasi diambil dari daya yang
dikeluarkan oleh Alat-alat Proses.
*Ket :
1KWh : 1350,00 Rupiah
Rumus Perhitungan : (Daya x 1350) x 24 jam x 24 hari =
Perhitungan Biaya
1. Ball Mill :
2. Spray dryer :
a. Hot air generation : (21 kW x 1350) x 24 x 24 = 16.329.600,00
b. Pompa : ((2x22 kW) x 1350) x 24 x 24 = 34.314.400,00
c. Exhaust : (132 kW x 1350) x 24 x 24 = 102.643.200,00
d. Regulator : (24 kW x 1350) x 24 x 24 = 18.662.400,00
e. Saringan getar : (0,5 kW x 1350) x 24 x 24 = 388.800,00
3. Mesin Press :
a. Ukuran 20x25 : 55kW x 1350) x 24 x 24 = 42.768.00,00
b. Ukuran 40x40 : 75kW x 1350) x 24 x 24 = 58.320.000,00
4. Biscuit kiln :
5. Glaze preparation : 55kW x 1350) x 24 x 24 = 42.768.000,00
6. Glazing Line : 0.918 kWh/
x 1350) x 85m x 24 x 24 = 13.087.008,00
7. Glost kiln : 97.37 kW x 1350) x 24 x 24 = 75.714.912,00
8. Peralatan sortir dan packing : (5 kW x 1350) x 6 Unit x
24 x 24 = 23.328.000,00
9. Instalasi penghisap debu : 14.9 kW x 1350) x 3 Unit x 24
x 24 = 34.758.720,00
10. Peralatan pembantu :
22 kW x 1350) x 24 x 24 = 17.107.200,00
Total
Biaya yang harus dikeluarkan dalam sebulan untuk pengoperasian alat-alat saja
sudah mencapai 480.090.240,00 Rupiah (Empat ratus Delapan Puluh Juta Sembilan
Puluh Ribu Dua Ratus Empat Puluh Rupiah)
Komentar
Posting Komentar