Kebudayaan & Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Indonesia
Nama : Kresna
Adhi Prawira
Kelas : 1IC02
NPM : 25414909
PENDAHULUAN
Budaya merupakan
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya yang ada ini
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat
istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa,
sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang
yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
PEMBAHASAN
1.
Definisi Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi
atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang
berasal dari kata LatinColere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan
juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
2.
Klasifikasi Budaya
Klasifikasi
suatu budaya adalah sebagai unsur dari kebudayaan, dan unsur-unsur tersebut
yaitu:
1. Sistem
Religi (sistem kepercayaan).
Merupakan produk
manusia sebagai homo religious. Manusia yang memiliki kecerdasan
pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat
kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut, sehingga menyembahnya
dan lahirlah kepercayaanyang sekarang menjadi agama
2. Sistem
organisasi kemasyarakatan.
Merupakan produk dari
manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah
oganisasi kemasyarakatan dimana
manusia bekerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem
pengetahuan.
Merupakan dari produk
manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh
dari pemikiran sendiri disamping itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan
manusia mengingat-ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya
kepada orang lain melalui bahasa.
4. Sistem
mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
Merupakan produk
manusia sebagai homo economicus menjadikan tingat kehidupan
manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem
Teknologi dan Peralatan.
Merupakan produk dari
manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya
yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu
dengan erat.
6. Bahasa
Merupakan produk dari
manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada
mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (code) yang kemudian disempurnakan dalam
bentuk bahasa lain, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.
7. Kesenian.
Merupakan hasil dari
manusia sebagai homo aestetieus. Setelah manusia dapat mencukupi
kebutuhan fisiknya.
3.
Karakteristik Budaya
a. Komunikasi dan
Bahasa
Sistem
komunikasi, verbal dan nonverbal, membedakan suatu kelompok dari kelompok
lainnya. Meskipun bahasa tubuh mungkin universal, perwujudannya berbeda
secara lokal.
b. Pakaian dan
Penampilan
Pakaian,
dandanan (aksesoris/perhiasan), penampilan luar, cenderung berbeda secara kultural.
Misalnya kebaya dan batik Jawa(Indonesia), kimono Jepang, payung Inggris, sarung
Polynesia.
c. Makanan dan
Kebiasaan Makan
Cara
memilih, menyiapkan, menyaikan, dan memakan makanan sering berbeda antara budaya
yang satu dengan budaya yang lainnya.
d. Waktu dan
Kesadaran akan Waktu
Kesadaran
akan waktu berbeda antara budaya yang satu dengan budaya lainnya. Sebagian
orang tepat waktu dan sebagian orang lainnya merelatifkan waktu.
e. Penghargaan dan
Pengakuan
Suatu
area tertentu mempunyai cara tersendiri dalam memberi penghargaan dan pengakuan.
f. Hubungan
Budaya
juga mengatur hubungan manusia dan hubungan-hubungan organisasi berdasarkan
usia, jenis kelamin, status, kekeluargaan, kekayaan, kekuasaan, dan kebijaksanaan.
g. Nilai dan Norma
Nilai
dan Norma manusia juga dipengaruhi oleh kebutuhan hidup masing-masing. Seseorang
yang menginginkan kelangsungan hidup, menghargai usaha-usaha pengumpulan
makanan, penyediaan pakaian dan rumah yang memadai. Sedangkan mereka
yang mempunyai kebutuhan lebih tinggi menghargai materi, uang, gelar-gelar pekerjaan,
hukum, dan keteraturan.
h.
Rasa Diri dan Ruang
Kenyamanan
seseorang dengan dirinya dapat terlihat secara berbeda oleh budaya.
i. Proses Mental dan
Belajar
Setiap budaya mempunyai
suatu proses berpikir, namun setiap budaya mewujudkan proses
tersebut dengan cara yang berbeda. Kehidupan dalam suatu tempat tertentu menetapkan
hukum-hukum untuk mempelajari atau tidak informasi tertentu, dan ini ditegaskan
dan diperkuat oleh budaya di sana.
j. Kepercayaan dan
Sikap
Dalam
semua budaya tampaknya orang-orang mempunyai perhatian terhadap hal-hal supernatural
yang jelas dalam agama-agama dan praktik-praktik agama mereka. Agama
dipengaruhi oleh budaya dan budaya pun dipengaruhi oleh agama. Sistem kepercayaan
agama sekelompok orang agak bergantung pada tingkat perkembangan kemanusiaan
mereka.
4.
Pengaruh Budaya Asing Terhadap Kepribadian Bangsa Timur
·
Dampak Positif
a.
Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya
modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
b.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi
Dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah
dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c.
Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya
industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih
merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf
hidup masyarakat.
·
Dampak negatif
a.
Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan
industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat
melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang
dengan banyak pilihan yang ada.
b.
Sikap Individualistik
Masyarakat
merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa
mereka adalah makhluk sosial.
c.
Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak
semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai
menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan
bebas remaja, remaja lebih menyukai dance dan lagu barat dibandingkan tarian
dari Indonesia dan lagu-lagu Indonesia, dan lainnya. Hal ini terjadi karena
kita sebagai penerus bangsa
tidak bangga terhadap sesutu milik bangsa.
d.
Kesenjangan Sosial
Apabila
dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti
arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara
individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan social menyebabkan adanya
jarak antara si kaya dan si miskin sehingga
sangat mungkin bisa merusak kebhinekaan dan ketunggalikaan Bangsa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar