Phobia
Nama
: Kresna Adhi
Prawira
Kelas
: 1IC02
NPM
: 25414909
1. Definisi
Phobia
Phobia (gangguan anxietas fobik) adalah
rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa
dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian
orang, perasaan takut seorang pengidap fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya,
pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada
perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap
fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap
fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika
seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus.
Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia, subjek tersebut menjadi
benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki
kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus
menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya
fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci,
yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam
mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula
disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak
lift dan sebagainya.
Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami
fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal
tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi
(katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber
Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara
yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur
kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi
seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus
menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut
dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin
meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus
menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia
menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu
dari jenis jenis hambatan sukses lainnya.
2. Macam-macam
Phobia
Phobia di bagi menjadi 2
macam, yaitu:
a. Phobia
sosial
Dikenal juga sebagai
gangguan anxietas sosial, fobia sosial adalah ketakutan akan diamati dan
dipermalukan di depan publik. Hal ini bermanifestasi sebagai rasa malu dan
tidak nyaman yang sangat berlebihan di situasi sosial. Hal ini mendorong orang untuk
mengindari situasi sosial dan ini tidak disebebabkan karena masalah fisik atau mental
(seperti gagap, jerawat atau gangguan kepribadian).
b. Phobia
spesifik
Ditandai oleh ketakutan
yang tidak rasional akan objek atau situasi tertentu. Gangguan ini
termasuk gangguan medik yang paling sering didapati, namun demikian sebagian
kasus hanyalah ringan dan tidak perlu mendapatkan pengobatan. Pada fobia terjadi
salah-pindah kecemasan pada barang atau keadaan yang mula-mula menimbulkan
kecemasan itu. Jadi terdapat dua mekanisme pembelaan, yaitu salah - pindah dan simbolisasi. Ada banyak macam fobia
yang dinamakan menurut barang atau keadaan. Apabila berhadapan dengan
objek atau situasi tersebut, orang dengan fobia akan mengalami perasaan
panik, berkeringat, berusaha menghindar, sulit untuk bernapas dan jantung
berdebar. Sebagian besar orang dewasa yang menderita fobia menyadari bahwa
ketakutannya tidak rasional dan banyak yang memilih untuk mencoba menahan
perasaan anxietas yang hebat daripada mengungkapkan ganguannya
MACAM
MACAM PHOBIA
Achluophobia - Takut akan gelap/kegelapan.
Acousticophobia - Takut akan suara.
Acrophobia - Takut akan ketinggian.
Aerophobia - Takut meneguk, menelan udara,atau material beracun yang ada di udara.
Aeroacrophobia - Takut akan tempat tinggi yang terbuka.
Aeronausiphobia - Takut akan muntah atau mabuk udara.
Agateophobia - Takut akan kegilaan.
Agliophobia - Takut akan rasa sakit.
Agoraphobia - Takut pada tempat terbuka, takut di kerumunan orang,
Acousticophobia - Takut akan suara.
Acrophobia - Takut akan ketinggian.
Aerophobia - Takut meneguk, menelan udara,atau material beracun yang ada di udara.
Aeroacrophobia - Takut akan tempat tinggi yang terbuka.
Aeronausiphobia - Takut akan muntah atau mabuk udara.
Agateophobia - Takut akan kegilaan.
Agliophobia - Takut akan rasa sakit.
Agoraphobia - Takut pada tempat terbuka, takut di kerumunan orang,
Agraphobia - Takut akan pelecehan seksual.
Agrizoophobia - Takut aklan binatang liar.
Agyrophobia - Takut pada jalan atau menyebrang jalan.
Aichmophobia - Takut pada jarum atau benda benda yang mempunyai ujung.
Ailurophobia - Takut pada kucing.
Albuminurophobia - Takut akan penyakit ginjal.
Alektorophobia - Takut pada ayam.
Algophobia - Takut pada rasa sakit.
Alliumphobia - Takut pada bawang putih.
Allodoxaphobia - Takut akan pendapat orang.
Altophobia - Takut akan ketinggian.
Amathophobia - Takut akan debu.
Amaxophobia - Takut mengendarai mobil.
Ambulophobia - Takut berjalan.
Amnesiphobia - Takut amnesia.
Amychophobia - Takut pada goresan atau takut tergores.
Anablephobia - Takut melihat ke atas.
Ancraophobia - Takut pada angin. (Anemophobia)
Androphobia - Takut pada laki-laki.
Anemophobia - Takut pada angin.(Ancraophobia)
Anginophobia - Takut radang tenggorokan, tersedak.
Anglophobia - Takut pada negara dan kebudayaan inggris, dll.
Angrophobia - Takut pada kemarahan atau takut marah.
Ankylophobia - Takut sikap tak bergerak suatu sambungan.
Anthrophobia or Anthophobia - Takut pada bunga.
Anthropophobia - Takut pada orang atau masyarakat.
Antlophobia - Takut akan banjir.
Anuptaphobia - Takut hidup sendiri.
Apeirophobia - Takut akan sesuatu yang tak berakhir.
Aphenphosmphobia - Takut disentuh. (Haphephobia)
Apiphobia - Takut pada lebah.
Apotemnophobia - Takut kepada orang yang diamputasi.
Arachibutyrophobia - Takut pada selai kacang yang menempel pada langit-langit mulut.
Arachnephobia or Arachnophobia - Takut pada laba-laba.
Arithmophobia - Takut pada angka.
Arrhenphobia - Takut pada laki-laki.
Arsonphobia - Takut pada api.
Asthenophobia - Takut pingsan dan takut lemah.
Astraphobia or Astrapophobia - Takut pada guntur dan kilat.(Ceraunophobia, Keraunophobia)
Astrophobia - Takut pada bintang-bintang atau hal yang berhubungan dengan angkasa.
Asymmetriphobia - Takut pada benda-benda asimetris.
Ataxiophobia - Takut akan ataxia. (diskoordinasi otot)
Ataxophobia - Takut akan ketidakteraturan atau ketidakrapihan.
Atelophobia - Takut akan ketidaksempurnaan.
Atephobia - Takut akan runtuh atau reruntuhan.
Athazagoraphobia - Takut dilupakan atau diabaikan atau terlupakan.
Atomosophobia - Takut akan ledakan atom.
Atychiphobia - Takut akan kegagalan.
Aulophobia - Takut akan seruling.
Aurophobia - Takut pada emas.
Auroraphobia - Takut akan cahaya di utara.
Autodysomophobia - Takut pada orang yang berbau tidak sedap.
Automatonophobia - Takut pada boneka yang berbicara melalui suara perut, makhluk makhluk animasi, patung lilin - segala sesuatu yang secara memberikan sensasi hidup
Automysophobia - Takut kotor.
Autophobia - Takut ditinggal sendiri atau menyendiri.
Aviophobia or Aviatophobia - Takut terbang.
Agrizoophobia - Takut aklan binatang liar.
Agyrophobia - Takut pada jalan atau menyebrang jalan.
Aichmophobia - Takut pada jarum atau benda benda yang mempunyai ujung.
Ailurophobia - Takut pada kucing.
Albuminurophobia - Takut akan penyakit ginjal.
Alektorophobia - Takut pada ayam.
Algophobia - Takut pada rasa sakit.
Alliumphobia - Takut pada bawang putih.
Allodoxaphobia - Takut akan pendapat orang.
Altophobia - Takut akan ketinggian.
Amathophobia - Takut akan debu.
Amaxophobia - Takut mengendarai mobil.
Ambulophobia - Takut berjalan.
Amnesiphobia - Takut amnesia.
Amychophobia - Takut pada goresan atau takut tergores.
Anablephobia - Takut melihat ke atas.
Ancraophobia - Takut pada angin. (Anemophobia)
Androphobia - Takut pada laki-laki.
Anemophobia - Takut pada angin.(Ancraophobia)
Anginophobia - Takut radang tenggorokan, tersedak.
Anglophobia - Takut pada negara dan kebudayaan inggris, dll.
Angrophobia - Takut pada kemarahan atau takut marah.
Ankylophobia - Takut sikap tak bergerak suatu sambungan.
Anthrophobia or Anthophobia - Takut pada bunga.
Anthropophobia - Takut pada orang atau masyarakat.
Antlophobia - Takut akan banjir.
Anuptaphobia - Takut hidup sendiri.
Apeirophobia - Takut akan sesuatu yang tak berakhir.
Aphenphosmphobia - Takut disentuh. (Haphephobia)
Apiphobia - Takut pada lebah.
Apotemnophobia - Takut kepada orang yang diamputasi.
Arachibutyrophobia - Takut pada selai kacang yang menempel pada langit-langit mulut.
Arachnephobia or Arachnophobia - Takut pada laba-laba.
Arithmophobia - Takut pada angka.
Arrhenphobia - Takut pada laki-laki.
Arsonphobia - Takut pada api.
Asthenophobia - Takut pingsan dan takut lemah.
Astraphobia or Astrapophobia - Takut pada guntur dan kilat.(Ceraunophobia, Keraunophobia)
Astrophobia - Takut pada bintang-bintang atau hal yang berhubungan dengan angkasa.
Asymmetriphobia - Takut pada benda-benda asimetris.
Ataxiophobia - Takut akan ataxia. (diskoordinasi otot)
Ataxophobia - Takut akan ketidakteraturan atau ketidakrapihan.
Atelophobia - Takut akan ketidaksempurnaan.
Atephobia - Takut akan runtuh atau reruntuhan.
Athazagoraphobia - Takut dilupakan atau diabaikan atau terlupakan.
Atomosophobia - Takut akan ledakan atom.
Atychiphobia - Takut akan kegagalan.
Aulophobia - Takut akan seruling.
Aurophobia - Takut pada emas.
Auroraphobia - Takut akan cahaya di utara.
Autodysomophobia - Takut pada orang yang berbau tidak sedap.
Automatonophobia - Takut pada boneka yang berbicara melalui suara perut, makhluk makhluk animasi, patung lilin - segala sesuatu yang secara memberikan sensasi hidup
Automysophobia - Takut kotor.
Autophobia - Takut ditinggal sendiri atau menyendiri.
Aviophobia or Aviatophobia - Takut terbang.
Bacillophobia - Takut pada mikroba.
Bacteriophobia - Takut pada bacteria.
Ballistophobia - Takut pada peluru dan peluru kendali.
Bolshephobia - Takut pada Bolsheviks.
Barophobia - Takut pada gravitasi.
Basophobia or Basiphobia - ketidakmampuan untuk berdiri. Takut untuk berjalan atau jatuh.
Bathmophobia - Takut akan tangga atau tempat sempit.
Bathophobia - Takut kedalaman.
Batophobia - Takut ketinggian atau dekat dengan bangunan tinggi.
Batrachophobia - Takut pada binatang amphibi, seperti katak, kadal air, salamander, dll.
Belonephobia - Takut pada peniti dan jarum. (Aichmophobia)
Bibliophobia - Takut pada buku.
Blennophobia - Takut pada lumpur/kotoran.
Bogyphobia - Takut pada bogey atau bogeyman.
Botanophobia - Takut pada tanaman.
Bromidrosiphobia or Bromidrophobia - Takut pada bau badan.
Brontophobia - Takut pada guntur dan petir.
Bufonophobia - Takut pada kodok.
Cacophobia - Takut akan keburukan.
Cainophobia or Cainotophobia - Takut pada hal yang baru, kesenangan baru.
Caligynephobia - Takut pada wanita cantik.
Cancerophobia or Carcinophobia - Takut kanker.
Cardiophobia - Takut pada hati/jantung.
Carnophobia - Takut pada daging.
Catagelophobia - Takut ditertawakan.
Catapedaphobia - Takut melompat dari tempat tinggi dan tempat rendah.
Cathisophobia - Takut untuk duduk.
Catoptrophobia - Takut akan cermin.
Cenophobia or Centophobia - Takut pada hal atau ide baru.
Ceraunophobia or Keraunophobia - Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Chaetophobia - Takut pada rambut.
Cheimaphobia or Cheimatophobia - Takut pada hawa dingin.(Frigophobia, Psychophobia)
Chemophobia - Takut pada bahan kimia atau bekerja dengan bahan kimia.
Cherophobia - Takut pada keriangan/kegembiraan.
Chionophobia - Takut pada salju.
Chiraptophobia - Takut disentuh.
Chirophobia - Takut pada tangan.
Cholerophobia - Takut marah atau takut pada kolera.
Chorophobia - Takut menari.
Chrometophobia or Chrematophobia - Takut pada uang.
Chromophobia or Chromatophobia - Takut pada warna.
Chronophobia - Takut pada waktu.
Chronomentrophobia - Takut pada jam.
Cibophobia - Takut pada makanan.(Sitophobia, Sitiophobia)
Claustrophobia - Takut pada ruang terbatas.
Cleithrophobia or Cleisiophobia - Takut terkunci di tempat tertutup.
Cleptophobia - Takut kecurian.
Climacophobia - Takut pada tangga, mamanjat, atau takut jatuh dari tangga.
Clinophobia - Takut untuk tidur.
Clithrophobia or Cleithrophobia - Takut untuk disertakan.
Cnidophobia - Takut pada sengatan.
Cometophobia - Takut pada komet.
Coimetrophobia - Takut pada kuburan.
Coitophobia - Takut unutk bersetubuh.
Contreltophobia - Takut akan pelecehan seksual.
Coprastasophobia - Takut akan sembelit.
Coprophobia - Takut pada kotoran/tinja.
Consecotaleophobia - Takut pada sumpit.
Coulrophobia - Takut pada badut.
Counterphobia - Preferensi para phobia untuk situasi yang menakutkan.
Cremnophobia - Takut pada situasi berbahaya.
Cryophobia - Takut pada dingin yang ekstrim, es atau beku.
Crystallophobia - Takut pada kristal atau kaca.
Cyberphobia - Takut pada komputer atau bekerja menggunakan komputer.
Cyclophobia - Takut pada sepeda roda dua.
Cymophobia or Kymophobia - Takut pada ombak atau gerkan menyerupai ombak.
Cynophobia - Takut apada anjing atau rabies.
Cypridophobia - Takut pada wanita tunasusila or penularan penyakit melalui hubungan intim.
Decidophobia - Takut untuk mengambil keputusan.
Defecaloesiophobia - Takut akan pergerakan isi perut yang menyakitkan.
Deipnophobia - Takut akan makan malam dan obrolan pada saat makan malam.
Dementophobia - Takut akan kegilaan.
Demonophobia or Daemonophobia - Takut pada iblis.
Demophobia - Takut pada kerumunan orang. (Agoraphobia)
Dendrophobia - Takut pada pohon.
Dentophobia - Takut pada doktor gigi.
Dermatophobia - Takut pada luka kulit.
Dermatosiophobia or Dermatophobia or Dermatopathophobia - Takut pada penyakit kulit.
Dextrophobia - Takut pada benda yang ada di sebelah kanan badan.
Diabetophobia - Takut pada diabetes.
Didaskaleinophobia - Takut pergi ke sekolah.
Dikephobia - Takut akan keadilan.
Dinophobia - Takut akan kepeningan/kepusinngan atau whirlpool.
Diplophobia - Takut akan penglihatan ganda.
Dipsophobia - Takut pada minuman.
Dishabiliophobia - Takut membuka baju didepan seseorang.
Domatophobia - Takut pada rumah atau berada di dalam rumah.(Eicophobia, Oikophobia)
Doraphobia - Takut pada bulu, atau bulu binatang.
Doxophobia - Takut mengemukakan pendapat atau menerima pujian.
Dromophobia - Takut menyebrang jalan.
Dutchphobia - Takut pada orang belanda.
Dysmorphophobia - Takut pada kelainan bentuk/bentuk yang cacat.
Dystychiphobia - Takut pada kecelakaan.
Ecclesiophobia - Takut pada gereja.
Ecophobia - Takut pada kampung halaman/rumah sendiri.
Eicophobia - Takut pada lingkungan sekitar rumah.(Domatophobia, Oikophobia)
Eisoptrophobia - Takut pada cermin atau melihat diri sendiri pada cermin.
Electrophobia - Takut pada listrik.
Eleutherophobia - Takut akan kebebasan.
Elurophobia - Takut pada kucing. (Ailurophobia)
Emetophobia - Takut muntah/ muntahan.
Enetophobia - Takut pada peniti.
Enochlophobia - Takut pada kerumunan orang.
Enosiophobia or Enissophobia - Takut mengalami dosa tak termaafkana atau takut kecaman.
Entomophobia - Takut pada serangga.
Eosophobia - Takut pada senja atau subuh.
Ephebiphobia - Takut pada anak muda.
Epistaxiophobia - Takut pada hidung berdarah.
Epistemophobia - Talut pada ilmu pengetahuan.
Equinophobia - Takut pada kuda.
Eremophobia - Takut sendirian atau ditinggal sendirian.
Ereuthrophobia - Takut muka memerah.
Ergasiophobia - 1) Takut pada pekerjaan. 2) ahli bedah : Takut untuk mengoperasi.
Ergophobia - Takut unutk bekerja.
Erotophobia - Takut pada cinta seksual atau pertanyaan seksual.
Euphobia - Takut mendengarkan kabar baik.
Eurotophobia - Takut pada alat kelamin wanita.
Erythrophobia or Erytophobia or Ereuthophobia - 1) Takut pada lampu merah. 2) memerah.
Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia - Takut akan demam.
Felinophobia - Takut pada kucing. (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Francophobia - Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Gallophobia, Galiophobia)
Frigophobia - Takut dingin atau benda-benda yang dingin.(Cheimatophobia, Psychrophobia)
Galeophobia or Gatophobia - Takut pada Kucing.
Gallophobia or Galiophobia - Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Francophobia)
Gamophobia - Takut akan pernikahan.
Geliophobia - Takut tertawa.
Geniophobia - Takut pada dagu.
Genophobia - Takut pada sex.
Genuphobia - Takut pada lutut.
Gephyrophobia or Gephydrophobia or Gephysrophobia - Takut melewati jembatan.
Germanophobia - Takut pada bangsa dan kebudayaan jerman.
Gerascophobia - Takut menjadi tua.
Gerontophobia - Takut pada orang tua/lanjut usia dan takut menjadi tua.
Geumaphobia or Geumophobia - Takut pada cita rasa/selera.
Glossophobia - Takut berbicara di depan umum, atau takut mencoba untuk berbicara.
Gnosiophobia - Takut pada ilmu pengetahuan.
Graphophobia - Takut unutk menulis atau takut pada tulisan tangan.
Gymnophobia - Takut pada keadaan telanjang.
Gynephobia or Gynophobia - Takut pada wanita.
Hadephobia - Takut neraka.
Hagiophobia - Takut pada orang suci dan segala sesuatu yang suci.
Hamartophobia - Takut berbuat dosa.
Haphephobia or Haptephobia - Takut disentuh.
Harpaxophobia - Takut dirampok.
Hedonophobia - Takut melakukan/mendapat kesenangan.
Heliophobia - Takut pada matahari.
Hellenologophobia - Takut pada istilah-istilah yunani atau ilmu pengetahuan yang kompleks.
Helminthophobia - Takut dikerubuti oleh cacing.
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia - Takut pada darah.
Heresyphobia - Takut akan tantangan pada ajaran resmi atau penyimpangan radikal.
Herpetophobia - Takut pada reptil atau binatang merayap yang mengerikan.
Heterophobia - Takut pada lawan jenis. (Sexophobia)
Hexakosioihexekontahexaphobia - Takut pada nomor 666.
Hierophobia - Takut pada pendeta atau hal-hal keramat.
Hippophobia - Takut pada kuda.
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia - Takut pada kata-kata panjang.
Hobophobia - Takut pada gelandangan dan pengemis.
Hodophobia - Takut untuk melakukan perjalanan darat.
Hormephobia - Takut pada goncangan/getaran.
Homichlophobia - Takut pada kabut.
Homilophobia - Takut pada khotbah/nasehat.
Hominophobia - Takut pada laki-laki.
Homophobia - Takut pada kesamaan, monotony atau homoseksual atau menjadi homoseks.
Hoplophobia - Takut pada senjata api.
Hydrargyophobia - Takut pada obat-obatan yang mengandung merkuri.
Hydrophobia - Takut pada air atau rabies.
Hydrophobophobia - Takut pada rabies.
Hyelophobia or Hyalophobia - Takut pada kaca.
Hygrophobia - Takut pada benda cair, kelembabpan.
Hylephobia - Takut akan materialisme atau takut akan epilepsi
Hylophobia - Takut pada hutan.
Hypengyophobia or Hypegiaphobia - Takut untuk melakukan tanggung jawab.
Hypnophobia - Takut untuk tidur atau Takut dihipnotis.
Hypsiphobia - Takut pada ketinggian.
Iatrophobia - Takut pergi ke doktor atau takut pada doktor.
Ichthyophobia - Takut pada ikan.
Ideophobia - Takut pada ide-ide.
Illyngophobia - Takut vertigo atau merasa pusing jika melihat ke bawah.
Iophobia - Takut pada racun.
Insectophobia - Takut pada serangga.
Isolophobia - Takut diasingkan, atau sendirian.
Isopterophobia - Takut pada rayap, serangga yang memakan kayu.
Ithyphallophobia - Takut untuk melihat, memikirkan atau mengalami ereksi.
Japanophobia - Takut pada orang jepang.
Judeophobia - Takut pada orang yahudi.
Kainolophobia or Kainophobia - Takut akan sesuatu yang baru,ide baru.
Kakorrhaphiophobia - Takut akan kegagalan atau dikalahkan.
Katagelophobia - Takut ditertawakan.
Kathisophobia - Takut untuk duduk.
Kenophobia - Takut pada kekosongan atau tempat yang kosong.
Keraunophobia or Ceraunophobia - Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Kinetophobia or Kinesophobia - Takut pada gerakan.
Kleptophobia - Takut kecurian/mencuri.
Koinoniphobia - Takut pada ruangan.
Kolpophobia - Takut pada alat kelamin, khusunya alat kelamin wanita.
Kopophobia - Takut kelelahan/kepenatan.
Koniophobia - Takut pada debu. (Amathophobia)
Kosmikophobia - Takut pada fenomena luar angkasa.
Kymophobia - Takut pada ombak.gelombang. (Cymophobia)
Kynophobia - Takut rabies.
Kyphophobia - Takut unutk berhenti.
Lachanophobia - Takut pada sayuran.
Laliophobia or Lalophobia - Takut untuk berbicara.
Leprophobia or Lepraphobia - Takut pada penyakit kusta.
Leukophobia - Takut pada warna putih.
Levophobia - Takut pada sesuatu di sebelah kiri tubuh.
Ligyrophobia - Takut pada suara keras/kencang.
Lilapsophobia-Takut pada topan dan angin puyuh.
Limnophobia - Takut pada danau.
Linonophobia - Takut pada tali.
Liticaphobia - Takut pada tuntutan hukum.
Lockiophobia - Takut pada kelahiran anak.
Logizomechanophobia - Takut pada komputer.
Logophobia - Takut pada kata-kata.
Luiphobia - Takut pada shipilis.
Lutraphobia - Takut pada berang-berang.
Lygophobia - Takut pada kegelapan/takut gelap.
Lyssophobia - Takut pada rabies atau menjadi gila.
Bacteriophobia - Takut pada bacteria.
Ballistophobia - Takut pada peluru dan peluru kendali.
Bolshephobia - Takut pada Bolsheviks.
Barophobia - Takut pada gravitasi.
Basophobia or Basiphobia - ketidakmampuan untuk berdiri. Takut untuk berjalan atau jatuh.
Bathmophobia - Takut akan tangga atau tempat sempit.
Bathophobia - Takut kedalaman.
Batophobia - Takut ketinggian atau dekat dengan bangunan tinggi.
Batrachophobia - Takut pada binatang amphibi, seperti katak, kadal air, salamander, dll.
Belonephobia - Takut pada peniti dan jarum. (Aichmophobia)
Bibliophobia - Takut pada buku.
Blennophobia - Takut pada lumpur/kotoran.
Bogyphobia - Takut pada bogey atau bogeyman.
Botanophobia - Takut pada tanaman.
Bromidrosiphobia or Bromidrophobia - Takut pada bau badan.
Brontophobia - Takut pada guntur dan petir.
Bufonophobia - Takut pada kodok.
Cacophobia - Takut akan keburukan.
Cainophobia or Cainotophobia - Takut pada hal yang baru, kesenangan baru.
Caligynephobia - Takut pada wanita cantik.
Cancerophobia or Carcinophobia - Takut kanker.
Cardiophobia - Takut pada hati/jantung.
Carnophobia - Takut pada daging.
Catagelophobia - Takut ditertawakan.
Catapedaphobia - Takut melompat dari tempat tinggi dan tempat rendah.
Cathisophobia - Takut untuk duduk.
Catoptrophobia - Takut akan cermin.
Cenophobia or Centophobia - Takut pada hal atau ide baru.
Ceraunophobia or Keraunophobia - Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Chaetophobia - Takut pada rambut.
Cheimaphobia or Cheimatophobia - Takut pada hawa dingin.(Frigophobia, Psychophobia)
Chemophobia - Takut pada bahan kimia atau bekerja dengan bahan kimia.
Cherophobia - Takut pada keriangan/kegembiraan.
Chionophobia - Takut pada salju.
Chiraptophobia - Takut disentuh.
Chirophobia - Takut pada tangan.
Cholerophobia - Takut marah atau takut pada kolera.
Chorophobia - Takut menari.
Chrometophobia or Chrematophobia - Takut pada uang.
Chromophobia or Chromatophobia - Takut pada warna.
Chronophobia - Takut pada waktu.
Chronomentrophobia - Takut pada jam.
Cibophobia - Takut pada makanan.(Sitophobia, Sitiophobia)
Claustrophobia - Takut pada ruang terbatas.
Cleithrophobia or Cleisiophobia - Takut terkunci di tempat tertutup.
Cleptophobia - Takut kecurian.
Climacophobia - Takut pada tangga, mamanjat, atau takut jatuh dari tangga.
Clinophobia - Takut untuk tidur.
Clithrophobia or Cleithrophobia - Takut untuk disertakan.
Cnidophobia - Takut pada sengatan.
Cometophobia - Takut pada komet.
Coimetrophobia - Takut pada kuburan.
Coitophobia - Takut unutk bersetubuh.
Contreltophobia - Takut akan pelecehan seksual.
Coprastasophobia - Takut akan sembelit.
Coprophobia - Takut pada kotoran/tinja.
Consecotaleophobia - Takut pada sumpit.
Coulrophobia - Takut pada badut.
Counterphobia - Preferensi para phobia untuk situasi yang menakutkan.
Cremnophobia - Takut pada situasi berbahaya.
Cryophobia - Takut pada dingin yang ekstrim, es atau beku.
Crystallophobia - Takut pada kristal atau kaca.
Cyberphobia - Takut pada komputer atau bekerja menggunakan komputer.
Cyclophobia - Takut pada sepeda roda dua.
Cymophobia or Kymophobia - Takut pada ombak atau gerkan menyerupai ombak.
Cynophobia - Takut apada anjing atau rabies.
Cypridophobia - Takut pada wanita tunasusila or penularan penyakit melalui hubungan intim.
Decidophobia - Takut untuk mengambil keputusan.
Defecaloesiophobia - Takut akan pergerakan isi perut yang menyakitkan.
Deipnophobia - Takut akan makan malam dan obrolan pada saat makan malam.
Dementophobia - Takut akan kegilaan.
Demonophobia or Daemonophobia - Takut pada iblis.
Demophobia - Takut pada kerumunan orang. (Agoraphobia)
Dendrophobia - Takut pada pohon.
Dentophobia - Takut pada doktor gigi.
Dermatophobia - Takut pada luka kulit.
Dermatosiophobia or Dermatophobia or Dermatopathophobia - Takut pada penyakit kulit.
Dextrophobia - Takut pada benda yang ada di sebelah kanan badan.
Diabetophobia - Takut pada diabetes.
Didaskaleinophobia - Takut pergi ke sekolah.
Dikephobia - Takut akan keadilan.
Dinophobia - Takut akan kepeningan/kepusinngan atau whirlpool.
Diplophobia - Takut akan penglihatan ganda.
Dipsophobia - Takut pada minuman.
Dishabiliophobia - Takut membuka baju didepan seseorang.
Domatophobia - Takut pada rumah atau berada di dalam rumah.(Eicophobia, Oikophobia)
Doraphobia - Takut pada bulu, atau bulu binatang.
Doxophobia - Takut mengemukakan pendapat atau menerima pujian.
Dromophobia - Takut menyebrang jalan.
Dutchphobia - Takut pada orang belanda.
Dysmorphophobia - Takut pada kelainan bentuk/bentuk yang cacat.
Dystychiphobia - Takut pada kecelakaan.
Ecclesiophobia - Takut pada gereja.
Ecophobia - Takut pada kampung halaman/rumah sendiri.
Eicophobia - Takut pada lingkungan sekitar rumah.(Domatophobia, Oikophobia)
Eisoptrophobia - Takut pada cermin atau melihat diri sendiri pada cermin.
Electrophobia - Takut pada listrik.
Eleutherophobia - Takut akan kebebasan.
Elurophobia - Takut pada kucing. (Ailurophobia)
Emetophobia - Takut muntah/ muntahan.
Enetophobia - Takut pada peniti.
Enochlophobia - Takut pada kerumunan orang.
Enosiophobia or Enissophobia - Takut mengalami dosa tak termaafkana atau takut kecaman.
Entomophobia - Takut pada serangga.
Eosophobia - Takut pada senja atau subuh.
Ephebiphobia - Takut pada anak muda.
Epistaxiophobia - Takut pada hidung berdarah.
Epistemophobia - Talut pada ilmu pengetahuan.
Equinophobia - Takut pada kuda.
Eremophobia - Takut sendirian atau ditinggal sendirian.
Ereuthrophobia - Takut muka memerah.
Ergasiophobia - 1) Takut pada pekerjaan. 2) ahli bedah : Takut untuk mengoperasi.
Ergophobia - Takut unutk bekerja.
Erotophobia - Takut pada cinta seksual atau pertanyaan seksual.
Euphobia - Takut mendengarkan kabar baik.
Eurotophobia - Takut pada alat kelamin wanita.
Erythrophobia or Erytophobia or Ereuthophobia - 1) Takut pada lampu merah. 2) memerah.
Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia - Takut akan demam.
Felinophobia - Takut pada kucing. (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Francophobia - Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Gallophobia, Galiophobia)
Frigophobia - Takut dingin atau benda-benda yang dingin.(Cheimatophobia, Psychrophobia)
Galeophobia or Gatophobia - Takut pada Kucing.
Gallophobia or Galiophobia - Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Francophobia)
Gamophobia - Takut akan pernikahan.
Geliophobia - Takut tertawa.
Geniophobia - Takut pada dagu.
Genophobia - Takut pada sex.
Genuphobia - Takut pada lutut.
Gephyrophobia or Gephydrophobia or Gephysrophobia - Takut melewati jembatan.
Germanophobia - Takut pada bangsa dan kebudayaan jerman.
Gerascophobia - Takut menjadi tua.
Gerontophobia - Takut pada orang tua/lanjut usia dan takut menjadi tua.
Geumaphobia or Geumophobia - Takut pada cita rasa/selera.
Glossophobia - Takut berbicara di depan umum, atau takut mencoba untuk berbicara.
Gnosiophobia - Takut pada ilmu pengetahuan.
Graphophobia - Takut unutk menulis atau takut pada tulisan tangan.
Gymnophobia - Takut pada keadaan telanjang.
Gynephobia or Gynophobia - Takut pada wanita.
Hadephobia - Takut neraka.
Hagiophobia - Takut pada orang suci dan segala sesuatu yang suci.
Hamartophobia - Takut berbuat dosa.
Haphephobia or Haptephobia - Takut disentuh.
Harpaxophobia - Takut dirampok.
Hedonophobia - Takut melakukan/mendapat kesenangan.
Heliophobia - Takut pada matahari.
Hellenologophobia - Takut pada istilah-istilah yunani atau ilmu pengetahuan yang kompleks.
Helminthophobia - Takut dikerubuti oleh cacing.
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia - Takut pada darah.
Heresyphobia - Takut akan tantangan pada ajaran resmi atau penyimpangan radikal.
Herpetophobia - Takut pada reptil atau binatang merayap yang mengerikan.
Heterophobia - Takut pada lawan jenis. (Sexophobia)
Hexakosioihexekontahexaphobia - Takut pada nomor 666.
Hierophobia - Takut pada pendeta atau hal-hal keramat.
Hippophobia - Takut pada kuda.
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia - Takut pada kata-kata panjang.
Hobophobia - Takut pada gelandangan dan pengemis.
Hodophobia - Takut untuk melakukan perjalanan darat.
Hormephobia - Takut pada goncangan/getaran.
Homichlophobia - Takut pada kabut.
Homilophobia - Takut pada khotbah/nasehat.
Hominophobia - Takut pada laki-laki.
Homophobia - Takut pada kesamaan, monotony atau homoseksual atau menjadi homoseks.
Hoplophobia - Takut pada senjata api.
Hydrargyophobia - Takut pada obat-obatan yang mengandung merkuri.
Hydrophobia - Takut pada air atau rabies.
Hydrophobophobia - Takut pada rabies.
Hyelophobia or Hyalophobia - Takut pada kaca.
Hygrophobia - Takut pada benda cair, kelembabpan.
Hylephobia - Takut akan materialisme atau takut akan epilepsi
Hylophobia - Takut pada hutan.
Hypengyophobia or Hypegiaphobia - Takut untuk melakukan tanggung jawab.
Hypnophobia - Takut untuk tidur atau Takut dihipnotis.
Hypsiphobia - Takut pada ketinggian.
Iatrophobia - Takut pergi ke doktor atau takut pada doktor.
Ichthyophobia - Takut pada ikan.
Ideophobia - Takut pada ide-ide.
Illyngophobia - Takut vertigo atau merasa pusing jika melihat ke bawah.
Iophobia - Takut pada racun.
Insectophobia - Takut pada serangga.
Isolophobia - Takut diasingkan, atau sendirian.
Isopterophobia - Takut pada rayap, serangga yang memakan kayu.
Ithyphallophobia - Takut untuk melihat, memikirkan atau mengalami ereksi.
Japanophobia - Takut pada orang jepang.
Judeophobia - Takut pada orang yahudi.
Kainolophobia or Kainophobia - Takut akan sesuatu yang baru,ide baru.
Kakorrhaphiophobia - Takut akan kegagalan atau dikalahkan.
Katagelophobia - Takut ditertawakan.
Kathisophobia - Takut untuk duduk.
Kenophobia - Takut pada kekosongan atau tempat yang kosong.
Keraunophobia or Ceraunophobia - Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Kinetophobia or Kinesophobia - Takut pada gerakan.
Kleptophobia - Takut kecurian/mencuri.
Koinoniphobia - Takut pada ruangan.
Kolpophobia - Takut pada alat kelamin, khusunya alat kelamin wanita.
Kopophobia - Takut kelelahan/kepenatan.
Koniophobia - Takut pada debu. (Amathophobia)
Kosmikophobia - Takut pada fenomena luar angkasa.
Kymophobia - Takut pada ombak.gelombang. (Cymophobia)
Kynophobia - Takut rabies.
Kyphophobia - Takut unutk berhenti.
Lachanophobia - Takut pada sayuran.
Laliophobia or Lalophobia - Takut untuk berbicara.
Leprophobia or Lepraphobia - Takut pada penyakit kusta.
Leukophobia - Takut pada warna putih.
Levophobia - Takut pada sesuatu di sebelah kiri tubuh.
Ligyrophobia - Takut pada suara keras/kencang.
Lilapsophobia-Takut pada topan dan angin puyuh.
Limnophobia - Takut pada danau.
Linonophobia - Takut pada tali.
Liticaphobia - Takut pada tuntutan hukum.
Lockiophobia - Takut pada kelahiran anak.
Logizomechanophobia - Takut pada komputer.
Logophobia - Takut pada kata-kata.
Luiphobia - Takut pada shipilis.
Lutraphobia - Takut pada berang-berang.
Lygophobia - Takut pada kegelapan/takut gelap.
Lyssophobia - Takut pada rabies atau menjadi gila.
Contoh phobia dan cara
mengatasinya:
Brontophobia (Takut pada guntur dan petir.)
Si Abdul menderita Brontophobia yaitu takut pada guntur dan petir. penyebabnya, karna semasa dia kecil, ia pernah melihat secara langsung temanya tersambar petir saat bermain sepak bola ditengah lapangan. setelah kejadian itu abdul selalu merasa takut dan gelisah kala hujan mulai turun dan mengeluarkan suara guntur petir, hingga dia selalu berusaha keras menutupi kupingnya dibalik bantal agar tidak mendengar suara gemuruh petir tersebut.
Mengetahui akan ketakutanya akan petir Abdul akhirnya berusaha mencari tahu bagaimana cara menghilangkan phobia untuk mengatasi ketakutannya tersebut.
Dia tertantang untuk menantang ketakutannya. Abdul mencoba berdiri didepan jendela rumahnya ketika hujan dan petir benar - benar terasa kencangnya. tak lupa untuk mengubah mentalnya bahwa harus berani terhadap petir. bahwa petir itu tidak berbahaya apabila dia tidak berada di ruang terbuka seperti lapangan. bahwa kini dia aman dengan berada didalam rumah.
Setelah semua cara telah dilakukan hanya tinggal satu hal lagi yang
harus Abdul lakukan, yaitu untuk merilexkan badan atau membuat diri nyaman
dengan keadaan tersebut. berusaha untuk percaya diri bahwa dirinya kini lebih
besar dari pada petir tersebut secara mental.
Dengan melakukan terapi tersebut secara berkala maka lambat laun
ketakutan Abdul akan petir akan hilang.
3. Cara
Mengatasi ketakutan, menghilangkan rasa takut dan tips menghilangkan
ketakutan.
a. Kenali
ketakutan Anda
Langkah pertama mengatasi rasa takut adalah
mengenali penyebabnya. Kemudian, apa yang membuat Anda merasakan takut,
dan bagaimana perasaan itu menguasai anda.
Dengan menyadari apa yang ditakutkan, hal ini
akam membantu Anda mengurangi rasa takut. Sebab, saat berusaha
menyadarinya, Anda berdialog dengan diri sendiri untuk mencari jalan
keluarnya.
b. Menantang
ketakutan
Bila takut akan sesuatu, salah satu cara terbaik
mengatasinya adalah menghadapi dan menantangnya. Jika Anda takut
ketinggian, pergilah ke atas sebuah gedung tinggi dan melihat ke bawah. Cara
ini membantu Anda mengatasi rasa takut.
c. Membangun
mental kendali
Hal ini yang sederhana sekali seperti belajar
mengendalikan pikiran Anda untuk menghindari rasa takut. Bila mulai merasa
takut, lawanlah perasaan itu. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian
dan hentikan perasaan yang membuat takut.
Hal ini penting sekali dlakukan, terutama bagi
mereka yang tidak mampu mengontrol ketakutan sehingga selalu mengkhawatirkan hal-hal sama. Caranya,
hanya menghentikan kekhawatiran atau ketakutan
berlebihan.
d. Ubah
ketakutan
Untuk menghadapi sumber dari rasa takut, maka
harus mengakui apa yang membuat anda takut. Setelah itu, mengubah rasa takut
dengan mencari tahu cara menghadapinya.
Jika merasa takut berjalan sendirian pada malam
hari, maka sebaiknya Anda mengambil kursus bela diri untuk melindungi
diri. Atau, bila khawatir tentang padangan orang-orang terhadap Anda, maka
tingkatkanlah keterampilan sehingga anda menjadi lebih percaya diri.
e. Santai
dan bangun keyakinan
Memerangi ketakutan merupakan salah satu
strategi bagus. Sambil melawan rasa takut, Anda sekaligus membangun rasa
percaya diri. Semakin Anda percaya diri, rasa takut yang menguasai pikiran
Anda akan berkurang. Meditasi dan Yoga dapat menjadi aktivitas pilihan
untuk mengatasi rasa takut.
Bentuk ekspresi ketakutan itu sendiri bisa
macam-macam. Biasanya lewat tangisan, jeritan, bersembunyi atau tak mau
lepas dari orang tuanya. Untungnya, seperti dijelaskan, rasa takut ini
akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. “Saat anak
merasa aman dengan dirinya sendiri maupun lingkungannya, hilanglah rasa
takut tadi. Tentu saja perlu dukungan orang tua.” Yang jadi masalah adalah
bila rasa takut mengendap dan tak teratasi sehingga berpengaruh pada
aktivitas sehari-hari anak. “Bahkan bisa mengarah jadi ketakutan yang
bersifat patologis. Malah bisa fobia alias ketakutan berlebih karena
pernah mengalami kejadian tertentu.
4. Berikut
ini rasa takut yang banyak dialami anak dan cara mengatasinya dengan cara
bermain peran:
a. Takut
Dokter
Anak
biasanya takut dokter karena pengalamannya pernah disuntik yang ternyata rasanya
cukup menyakitkan bagi mereka. Maka tak heran, baru memasuki ruangan dokter
atau melihat peralatan sampai mencium “bau” obatnya saja, anak sudah menjerit-jerit
atau menangis histeris. Apalagi kalau saat diperiksa dan disuntik. Penyebabnya
selain karena punya pengalaman traumatik, bisa jadi ia dulu
kenyang ditakut-takuti bakal disuntik dan sebagainya oleh orang tuanya.
Cara mengatasinya:
Anak memainkan peran sebagai dokter, sedangkan
orang tua atau kakak/adik berpurapura Menjadi pasiennya. Gunakan mainan
berbentuk alat-alat yang biasa digunakan dokter, seperti stetoskop.
Biarkan anak bereksplorasi dan berimajinasi memerankandokter yang sedang
memeriksa pasien. Secara tak langsung, anak Menjadi tahu bagaimana cara
dokter menghadapi pasien pasien yang takut diperiksa. Semisal dengan cara
menenangkannya, “Jangan takut, ya, Bu-Pak. Saya Cuma periksa sebentar aja,
kok. Kalaupun harus disuntik, enggak sakit, kok. Kan, supaya lekas sembuh.”
Dengan berpura-pura memberikan nasihat seperti itu, bukan tidak mungkin sosok
dokter justru menarik minatnya dan malah bercita-cita menjadi dokter.
b. Anak
Takut pada orang yang baru dikenal
Tak jarang anak-anak tampak takut pada orang
yang pertama kali ditemuinya. Dia akan berusaha menjaga jarak, apalagi
orang yang menghampirinya itu berwajah kurang “bersahabat”. Yang juga
kerap terjadi, orang tua terkesan berlebih saat menasihati anaknya untuk tidak
terlalu akrab dengan orang yang tidak dikenal. “Awas, kamu jangan
deket-deket sama orang yang enggak kamu kenal. Bisa-bisa kamu nanti diculik,
lo!” Memang, sih, ada segi positifnya bila orang tua senantiasa wanti-wanti si
kecil agar waspada terhadap orang lain atau yang baru dikenalnya. Tapi
tentunya bukan dengan cara berlebihan yang menyebabkan si kecil malah
selalu ketakutan pada orang lain.
Cara mengatasinya:
Ajak anak bermain tamu-tamuan. Ikutkan pula
teman-temannya. Posisikan dia untuk bergantian memainkan peran sebagai tamu yang berkunjung ke rumah
orang lain, atau sebagai nyonya rumah yang kedatangan tamu. Bermain peran
untuk mengikis rasa takut pada orang lain juga bisa dilakukan dalam
berbagai situasi, seperti di toko, sekolah dan tempat keramaian lainnya.
c. Anak Takut Pada Binatang
Adalah hal yang wajar bila anak takut pada
binatang yang baru pertama kali dilihatnya. Apalagi bila hewan itu
kelihatannya buas dan menyeramkan. Hanya saja sungguh sayang bila orang
tua tak berusaha menjelaskan dan memperkenalkan anak pada
binatang-binatang yang ditemuinya tadi. Seperti mengajaknya mengelus-elus bulu
kucing atau memberi makanan pada induk ayam dan anak-anaknya. Sangat tidak bijaksana
pula jika orang tua malah menambah rasa takut anak pada binatang
yang sebenarnya relatif tak membahayakan. “Awas, jangan dekat-dekat, nanti
kamu dicakar kucing.”
Cara mengatasinya:
Anak bermain peran sebagai sosok pemandu/pelatih
sirkus yang sehari-hari melatih binatang. Ini akan menyadarkan anak bahwa
binatang pada dasarnya bisa dilatih untuk menurut dan diajak bekerja sama.
Cara lain adalah dengan bermain sandiwara di panggung yang menggelar
cerita tentang hewan-hewan sebagai sahabat manusia.
d. Anak
Takut Hantu
Banyaknya tayangan televisi yang menyajikan
program acara bertajuk cerita hantu tak ayal ikut mempengaruhi kadar rasa
takut anak-anak. Ironisnya, tak sedikit orang tua yang menjadikan cerita
hantu ini sebagai “senjata” untuk menakuti-nakuti si kecil. Meskipun rasa
takut pada hantu bisa saja terjadi akibat faktor “genetik” berupa sikap penakut
dari orang tuanya.
Cara mengatasinya:
Anak bermain peran sebagai hantu yang selalu
membantu orang yang kesulitan seperti film/buku cerita Casper. Atau bisa
juga berperan sebagai penyihir yang baik hati. Jadi, anak mempersepsikan
hantu bukan sebagai sosok yang menakutkan.
e. Anak
yang Takut Masuk Sekolah
Anak yang pertama kali masuk TK awalnya takut
beradaptasi dan bersosialisasi dengan guru dan teman-teman barunya.
Terlebih bila orang tua juga tak berusaha memperkenalkan si kecil pada
temannya.
Cara mengatasinya:
Sebelum didaftarkan masuk TK, anak diajak
bermain sekolah-sekolahan. Anak bermain peran sebagai murid atau guru.
Saudara sepupu si kecil atau tetangganya yang seusia bisa dilibatkan untuk
berpura-pura sebagai murid. Sehingga anak tak takut dan tak canggung lagi
di hari pertamanya masuk TK.
f. Anak
yang Takut Berpisah (SEPARATION ANXIETY)
Anak cemas harus berpisah dengan orang
terdekatnya. Terutama ibunya, yang selama 3 tahun pertama menjadi figur
paling dekat. Figur ibu, tak selalu harus berarti ibu kandung, melainkan
pengasuh, kakek-nenek, ayah, atau siapa saja yang memang dekat dengan
anak. Kelekatan anak dengan sosok ibu yang semula terasa amat kental, biasanya
akan berkurang di tahun-tahun berikutnya. Bahkan di usia 2 tahunan, kala sudah
bereksplorasi, anak akan melepaskan diri dari keterikatan dengan ibunya. Justru akan
jadi masalah bila si ibu kelewat
melindungi/overprotektif atau hobi mengatur segala hal, hingga tak bisa
mempercayakan anaknya pada orang lain. Perlakuan semacam itu justru akan
membuat kelekatan ibu-anak terus bertahan dan akhirnya menimbulkan kelekatan
patologis sampai si anak besar. Akibatnya, anak tak mau sekolah, gampang
nangis, dan sulit dibujuk saat ditinggal ibunya.Bahkan si ibu beranjak ke dapur
atau ke kamar mandi pun, diikuti si anak terus. Repot, kan? Belum lagi ia jadi
susah makan dan sulit tidur jika bukan dengan ibunya.
Cara Mengatasinya:
Jelaskan pada si kecil, mengapa ibu harus
pergi/bekerja. Begitu juga penjelasan tentang waktu meski anak usia ini
belum sepenuhnya mengerti alias belum tahu persis kapan pagi, siang, sore,
dan malam serta pengertian mengenai berapa lama masing - masing tenggang waktu tersebut. Akan sangat
memudahkan bila orang tua menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
Semisal, “Nanti, waktu kamu makan sore, Ibu sudah pulang.” Jika tak bisa pulang
sesuai waktu yang dijanjikan, beri tahu anak lewat telepon. Sebab, anak akan terus
menunggu dan ini justru bisa menambah rasa takut anak. Ia akan terus cemas
bertanya-tanya, kenapa sang ibu belum datang.
g. Anak
Yang Takut Gelap
Biasanya juga gara-gara orang tua. “Mama takut,
ah. Lihat, deh, gelap, kan?” Takut pada gelap bisa juga karena anak pernah
dihukum dengan dikurung di ruang gelap. Bila pengalaman pahit itu begitu
membekas, bukan tidak mungkin rasa takutnya akan menetap sampai usia
dewasa. Semisal keluar keringat dingin atau malah jadi sesak napas setiap kali berada di ruang gelap atau
menjerit-jerit kala listrik mendadak padam.
Cara Mengatasinya:
Saat tidur malam, jangan biarkan kamarnya dalam
keadaan gelap gulita. Paling tidak, biarkan lampu tidur yang redup tetap
menyala. Cara lain, biarkan boneka atau benda kesayangannya tetap menemaninya,
seolah bertindak sebagai penjaganya hingga anak tak perlu takut.
h. Anak
yang Takut Berenang
Sangat jarang anak usia batita takut air.
Kecuali kalau dia pernah mengalami hal tak mengenakkan semisal tersedak
atau malah nyaris tenggelam saat berenang hingga hidungnya banyak
kemasukan air.
Cara Mengatasinya:
Lakukan pembiasaan secara bertahap. Semisal,
awalnya biarkan anak sekadar merendam kakinya atau menciprat-cipratkan air
di kolam mainan sambil tetap mengenakan pakaian renang. Bisa juga dengan
memasukkan anak ke klub renang yang ditangani ahlinya. Atau dengan sering
mengajaknya berenang bersama dengan saudara/teman-teman seusianya. Tentu
saja sambil terus didampingi dan dibangun keyakinan dirinya bahwa berenang
sungguh menyenangkan, hingga tak perlu takut. Kalaupun anak tetap takut,
jangan pernah memaksa apalagi memarahi atau melecehkanrasa takutnya.
Semisal, “Payah, ah! Berenang, kok, takut!”.
5. Cara
Menangani Rasa Takut untuk Membangun Rasa Percaya Diri
Dia menulis agar orang melakukan langkah-langkah ini untuk menghilangkan ketakutan dan memperoleh rasa percaya diri. Berikut cara-caranya.
a. Rasa malu karena penampilan pribadi.
Cara Mengatasinya:
Perbaiki penampilan anda. Pergilah ke tukang
jahit yang bagus. Pakaian anda harus bersih dan disetrika. Rapikan rambut
anda. Tidak selalu harus pakaian mahal untuk memperbaiki penampilan.
b. Takut
kehilangan pelanggan.
Cara Mengatasinya:
Bekerjalah dua kali lebih keras untuk memberikan
pelayanan yang terbaik.
c. Takut
gagal dalam ujian.
Cara Mengatasinya:
Ubah kekhawatiran menjadi waktu untuk belajar.
d. Merasa
takut jika keadaan menjadi di luar kendali anda.
Cara Mengatasinya:
Alihkan perhatian pada sesuatu yang sama sekali
berbeda. Pergilah ke kebun dan cabuti rumput. Bermainlah dengan anak-anak,
menonton di bioskop.
e. Takut
terluka secara fisik, misalnya terjadi kecelakaan dalam mobil anda atau pesawat
terbang.
Cara Mengatasinya:
Justru ubah perhatian anda untuk membantu
orang-orang lain yang juga mengalami ketakutan. Lalu berdoalah.
f. Anda
takut akan apa yang mungkin dipikirkan atau akan dikatakan orang lain.
Cara Mengatasinya:
Pastikan bahwa apa yang anda kerjakan sudah
benar. Adalah biasa dikritik.
g. Takut
gagal berinvestasi seperti membeli rumah.
Cara Mengatasinya:
Analisa semua faktor, lalu ambil keputusan, dan
bertahanlah dengan keputusan anda itu, jangan mundur.
h. Ketakutan
terhadap orang banyak.
Cara Mengatasinya:
Tempatkan mereka pada perspektif yang
semestinya. Ingat, mereka juga manusia biasa, lho!
DAFTAR
PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Fobia
http://www.heqris.com/2012/09/pengertian-phobia-penyebab-dan-cara.html#ixzz3Z1lvssp5
http://www.heqris.com/2012/09/pengertian-phobia-penyebab-dan-cara.html#ixzz3Z1lvssp5
Komentar
Posting Komentar